Hal Tabu Dianggap Perlu
Hal Tabu Dianggap Perlu
(zaman edan, ora melu edan ora keduman).
“Saiki zaman edan, yen ora melu edan ora keduman”, itulah sebuah ungkapan yang akhir-akhir ini sering muncul dikalangan masyarakat kita dengan versi bahasa Jawa. Dalam bahasa Indonesia kata-kata tersebut berarti Sekarang zaman edan (jw: gila), kalo tidak ikutan edan tidak kebagian.
Dari pernyataan di atas sudah terbukti bahwa pola pikir masyarakat kita dalam hal menghadapi era masa kini sudah mulai lemah, dibuktikan dengan beberapa informasi yang telah muncul di berbagai media.
Tingkat kriminalitas yang semakin memuncak, pencurian, perampokan, penipuan, bahkan korupsi seakan sudah menjadi tradisi yang entah kapan dapat terhenti. Tak cukup hanya itu, rasa putus asa, lemah, merasa terancam baik jiwa maupun hartanya, mejadikan sebuah timdak yang yang tidak seharusnya dilakukan, contohnya sekarang semakin banyak penganiayaan, bunuh diri, dan masih banyak lagi yang terjadi. Yang lebih nylenehnya lagi, sesuatu yang dulunya dianggap sebagai hal yang tabu, suatu tindakan yang dapat menjatuhkan harga diri malah semakin diminati dan dijadikan trend masa kini.
Pengemis misalnya, sebuah profesi yang akhir-akhir ini banyak diminati oleh kaum kalangan bawah. Mereka memutuskan menjadi pengemis karena berbagai alasan, ada yang beralasan karena sudah tua dan tidak kuat bekerja lagi kecuali jd pengemis, ada juga yang karena cacat fisik menjadikan mereka tidak diterima di tempat-tempat kerja yang ada. Baiklah, bisa kita maklumi jika memang keadaan yang memaksa dan kenyataannya demikian, tapi pada saat ini pengemis menjadi sebuah profesi yang diminati. Laki-laki maupun perempuan yang masih kuat bekerja dan sebenarnya juga normal fisiknya (tidak cacat tapi dbuat agar seakan-akan cacat), sekarang banyak yang memilih menjadi pengemis. Apalagi pada bulan Ramadhan seperti sekarang ini, banyak sekali pengemis-pengemis dadakan yang mencoba meraup keuntungan dibulan suci ini.
Sesuatu yang dulu dianggap tabu kini dianggap perlu, semakin banyak orang-orang yang tidak tahu malu. Pakaian minim, press body, free sex, hubungan/hamil di luar nikah, perselingkuhan, pelacuran, semua itu kini semakin berkembang dan anehnya semakin banyak diminati.
Ya Allah, betapa lemahnya mental bangsa ini, sekarang saja begini apalagi 5 atau 10 tahun nanti, apa yang akan terjadi dan menjadi apa bangsa ini. Kami berlindung dari kerusakan bumi dan kejamnya dunia ini.








