Lompat ke isi

E-KTP Digadang, Ditentang

5 Januari 2012

JoeYusuf.com
Program e-KTP menuai protes. Pasalnya mega proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) senilai Rp 6,57 triliun itu masih jauh dari harapan, seperti yang ditulis poskota.co.id. Di Jakarta, program e-KTP tahap I yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2011 ternyata diundur hingga April 2012. Hal itu, menurut Mendagri Gamawan Fauzi, disebabkan karna jadwal pelaksaannya tidak sesuai rencana awal, rekam data e-KTP baru dimulai pada bulan Oktober 2011 dari rencana awal bulan Mei 2011.
Contoh e-KTPe-KTP di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah baru akan dimulai bulan Maret mendatang. Berbeda dengan di Jawa Timur, pelaksanaan program e-KTP di Surabaya pada awal Nopember kemarin sudah mulai dilanjutkan serentak di 31 Kecamatan, setelah sebelumnya sempat terhenti karena peralatan.(e-ktp.com) Kota Mojokerto awali launcing e-KTP Jawa Timur pada akhir September 2011 kemarin diikuti 12 kabupaten/kota, yang selebihnya dilanjutkan pada tahun ini. Di Kecamatan Sembawa, yang merupakan Kecamatan satu-satunya Kabupaten Banyuasin – Sumatra Selatan telah menyelesaikan proses rekam data e-KTP dari 13.321 warganya yang wajib KTP, tulis tribunnews.com. Meski demikian, belum seluruh warga Kabupaten Banyuasin terdata dalam program e-KTP, dari 608.287 wajib KTP yang sudah direkam datanya sebanyak 222.724 wajib KTP atau 36.61 persen.
Disela kesibukan pendataan, e-ktp.com mencatat dua warga Kecamatan Tikala, Kota Manado, Sulawesi Utara, menjadi orang pertama yang mendapatkan e-KTP di Indonesia. Dua wanita paruh baya ini mendapatkan kehormatan memperoleh KTP elektronik yang langsung diserahkan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di kantor Kecamatan Tikala, Rabu, 30 November 2011. Mereka adalah Johana Wongkar dan Anny Rarungkuan.
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Multimedia Development Corporation (MDeC) sebagai national information communication and technology (ICT) milik Malaysia yang akan mengembangkan grand design teknologi pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) generasi kedua, yang di dalamnya terdapat berbagai aplikasi untuk pelayanan publik. Menurut Marzan Aziz Iskandar, kepala BPPT, e-KTP akan menjadi era baru bagi Indonesia, karena identitas penduduk berdasarkan biometrik (sidik jari) menjadi data induk kependudukan tunggal. Ke depan e-KTP ini bisa menjadi lompatan dan basis bagi perbaikan pelayanan public.
Pernyataan miring terlontar dari wilayah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Program e-KTP menurunkan pendapatan hingga 90% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banyumas Irawati menyatakan program e-KTP memang berdampak pada turunnya pendapatan. “Tahun 2011 jumlah pendapatan yang menyumbang keuangan daerah mencapai Rp.5,9 miliar. Tetapi, dengan adanya e-KTP pendapatan diperkirakan hanya sekitar Rp.624 juta. Penurunannya cukup signifikan, mencapai Rp5,2 miliar”. Seperti ditulis mediaindonesia.com
Di sisi lain, kritikan keras dilontarkan oleh wakalanusantara.com pada akhir tahun lalu yang meragukan tentang keamanan e-KTP, terlihat jelas dari tulisannya yang berjudul E-KTP Amankah?, di dalamnya menyatakan:
“Tapi benarkah e-KTP murni untuk keamanan Negara RI? Mampukah Kemendagri mengamankan data WNI? Bila mafia memanfaatkan data e-KTP untuk aksi kriminal, misalnya, apakah SBY dan Menteri Dalam Negeri mampu bertanggung jawab?”.
Selain itu dia mengingatkan akan bocornya ratusan ribu dokumen rahasia Pemerintah AS oleh Wikileaks, pembobolan ATM, dan kasus pencurian pulsa yang pernah terjadi. Masih dalam wakalanusantara.com, ia melanjutkan:
“Siapa berani menjamin bahwa e-KTP aman dari pencurian dan penyalahgunaan database WNI? Sedangkan teknologinya saja dipasok oleh vendor asing asal AS. Dan ini sangat berbahaya, terutama bagi sistem pertahanan dan keamanan NKRI. E-KTP yang menelan uang rakyat sebesar trilyunan rupiah, boleh jadi malah menjelma sebagai ‘kuda troya’ dari hilangnya kemerdekaan dan kedaulatan bangsa kita.”
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Vendor utama mega proyek e-KTP ini adalah perusahaan multinasional L-1 Identity Solution Inc, yang memasok alat perekam sidik jari yang disebut sebagai AFIS (Automated Fingerprint Identification). George Tenet, mantan direktur Utama CIA, tercatat sebagai Dewan Direktur L-1 Identity Solution Inc. Yang menurutnya George Tenet adalah oranga yang terkenal seantero dunia sebagai pendusta dan ahli fitnah.
Namun, seperti ditulis e-ktp.com, Pemerintah menjamin data kependudukan Indonesia terlindungi dari penyabotan maupun duplikasi pihak asing melalui mesin cetak e-KTP. Itu artinya, data KTP elektronik (e-KTP) tidak akan mudah dibobol karena sudah terlindungi sistem teknologi. Juru bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) Reydonnyzar Moenek di Jakarta, mengatakan bahwa orang-orang Indonesia yang mengelola teknologi e-KTP merupakan ahli dan jago di bidangnya.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.901 pengikut lainnya.